TAK TAU DIRI

Bapakmu petani, ibumu petani
Kerjamu menggembala kambing dan sapi setiap hari
Desa kemusuk mendidikmu menjadi mandiri agar gagah berani
Setelah besar engkau berlari, di jogya engkau mulai mengabdi kepada ibu pertiwi
Dengan percaya diri engkau menghadapi para penjajah yang tidak tau diri
Semboyan merdeka di tangan kanan atau mati di tangan kiri
Engkau teriakkan setiap hari agar perjuangan mempunyai arti
Setelah merdeka engkau terus mengabdi agar lebih dihargai dan dihormati
Dengan gestok dan surat sakti, soekarno engkau bohongi, ibu pertiwi engkau hianati
Istana negara engkau duduki
32 tahun engkau berdiri, golkar di tangan kanan dan tentara di tangan kiri
Rakyat tidak berani karena takut subversi dan engkau tembak mati
Uang negara engkau korupsi, petani engkau industrialisasi
Dengan kroni dan kapitalisasi engkau membangun negeri
Putra putri ibu pertiwi mulai mengerti
Memaksamu untuk berhenti tapi engkau masih percaya diri
Mahasiswa engkau tembak mati
Perlawanan disana sini
Barulah engkau menyadari bahwa engkau tidak ada arti
Jalan cendana menjadi tempatmu berhenti
Setiap hari engkau sendiri, anak ditangan kanan dan cucu ditangan kiri
24 hari engkau terbaring sepi, melawan penyakit yang menggerogoti
Tidak ada kroni dan tentara yang menemani
Terasa sakit hati, karena engkau dihianati oleh kroni yang tidak tau diri
Kini engkau telah mati
Membawa sejuta misteri
Kemana uang negara yang engkau curi
Apakah engkau simpan diluar negeri, engkau bagi-bagi dengan para kroni atau engkau simpan didalam peti
Kini engkau telah mati
Banyak rakyat telah engkau bohongi
Tetapi do’a mereka selalu mengiringi
Untukmu yang tidak tau diri
Sebagai bekal menghadap Ilahi
Jum’at, 03.00 WIB
01 Februari 2008
Antony Grivod
