Jahiliahisme Masyarakat Arab Saudi

•Juni 27, 2011 • Tinggalkan sebuah Komentar

Tulisan ini sama sekali bukan bermaksud menyinggung, tetapi ingin menggambarkan secara umum apa sebenarnya yang terjadi dengan masyarakat Arab Saudi kebanyakan dan hubunganya dengan Islam yg membawa cita-cita “Rahmatan Lil Alamin” yang dibawa oleh Nabi Besar Muhammad Saw, Manusia Mulia Utusan Allah SWT.

Secara umum sejarah Arab terbagi menjadi dua babak besar yaitu jaman sebelum masuknya Islam (jahiliyah) dan jaman setelah masuknya Islam (jaman kemerdekaan). Pada jaman jahiliyah, kondisi dan kehidupan masyarakat Arab yang didominasi oleh suku Qurais ibarat seperti berada dikegelapan, tidak ada aturan, semua yang dilakukan manusia Qurais arab sesuka hati dan hanya mengikuti hawa nafsunya. Kerusakan sosial dalam kehidupan masyarakat Arab yang sangat parah inilah yang kemudian dijawab Oleh Allah SWT dengan menurunkan Muhammad Saw beserta Al-Qur’an untuk dijadikan pedoman hidup dan juga sebagai penyelamat dunia dan akhirat yang ternyata bukan saja untuk orang qurais Arab, tetapi berlaku bagi manusia diseluruh dunia dan Nabi Muhammad Saw beserta Al-Qur’an menjadi pedoman hidup manusia sebelumnya diseluruh dunia yang memeluk agama Islam serta Nabi Muhammad Saw jualah yang kemudian memikul beban untuk memperbaiki kerusakan manusia-manusia sebelum beliau. Awal mula perjuangan Nabi Besar Muhammad Saw di jajirah Arab jelas mendapat perlawanan yang tiada hentinya terutama dari bangsawan Qurais yang merasa terancam oleh keberadaan Nabi Besar Muhammad Saw. Keadaan terancam bangsawan Qurais tersebut diartikan karena kewenangan-kewenangan mereka sebagai bangsawan sangat di tentang oleh Rosululloh Saw dan tidak sesuai dengan ajaran Al-Qur’an. Kewenangan-kewenangan tersebut meliputi memelihara budak dan bebas melakukan apapun terhadap budaknya bahkan sampai membunuh budakpun tidak dikenai sanksi, setiap anak perempuan yang lahir selalu dikubur hidup-hidup karena perempuan sama sekali tidak memiliki nilai dikalangan bangsawan Qurais, kewenangan menentukan hidup matinya seseorang berada ditangan bangsawan yang sama sekali tidak memiliki dasar dan hanya bersifat subyektif si bangsawan, bangsawan Qurais juga sangat gemar melakukan perjudian, perzinahan (main perempuan) dan perahnya lagi, para Bangsawan ini juga memerintahkan kepada seluruh masyarakat Arab agar melakukan seperti yang mereka lakukan dan pokoke apa yang diperintahkan oleh Iblis dengan senang hati dilakukan oleh para Bangsawan Qurais dan masyarakat Qurais. Kondisi masyarakat Arab tersebut menimbulkan keprihatinan yang sangat mendalam bagi Rosululloh Saw. Setelah turun wahyu pertama melalui malaikat Jibril dan beliau diangkat menjadi Nabi, secara pelan-pelan tapi pasti perjuangan dimulai. Tidak ringan tugas yang diemban oleh Rosululloh Saw karena harus memperbaiki kerusakan umat (seperti sekarang ini) yang telah menumpuk kerusakanya.

Periode masuknya Islam yang dibawa oleh Rosululloh Saw secara nyata mendapat perlawanan dari Para Bangsawan Qurais (walaupun Rosululloh Saw juga dari keturunan bangsa Qurais) sampai puncaknya pada peperangan yang beberapa kali dilakukan oleh Rosululloh Saw yang bertujuan untuk meluruskan/memperbaiki masyarakat Qurais Arab berdasarkan Al-Qur’an dan Islam. Secara prinsip, Rosululloh Saw sangat menentang apa yang dilakukan oleh masyarakat Qurais Arab terutama tidak ada penghargaan sama sekali terhadap manusia lainya. oleh karena itu Rosululloh Saw segera memerdekakan seorang Budak Kulit Hitam yang berasal dari Nigeria (nama sekarang, klw dulu namanya emmbuuh aku ng tau) yang Bernama “Bilal”. Tindakan Rosululloh Saw tersebut selain tidak setuju kepada perbudakan juga sebagai ciri khas nilai-nilai Islam berdasarkan Al-Qur’an bahwa manusia memiliki derajad yang sama tetapi yang membedakan adalah ketaqwaan (menjalankan & meninggalkan apa yang diperintahkan) kepada Allah SAW. Tindakan tegas dan berani yang dilakukan oleh Rosululloh Saw tersebut juga pernah dilakukan kepada anak salah satu sahabat (saya lupa apakah sahabat Umar atau Usman) karena telah melakukan Zina yang diperkuat oleh saksi yang melihatnya (bagi laki-laki saksinya 4 orang, perempuan saksinya 2 orang), atas perbuatan itu Rosululloh Saw langsung memerintahkan dilakukan hukuman Rajam (hukuman melempari terpidana dengan batu sampai meninggal dunia). Setelah hukuman dilaksanakan, Rosululloh Saw kemudian berkata “Bahwa semua dosa siterhukum telah diampuni oleh Allah SWT”. Semua orang setuju setelah mendengar perkataan beliau, karena Rosululloh Saw adalah manusia yang terkenal sangat “jujur diseantero jajirah Arab (bahkan sebelum diangkat menjadi Nabi). Tindakan-tindakan tegas Rosululloh Saw tersebut selain merupakan perintah dari Allah SWT, juga sebagai bentuk untuk mengikis sifat-sifat jahiliyah masyarakat Qurais Arab. Hukum pancung, rajam memang dibenarkan dalam Islam, tetapi ingat bahwa orang yang menjalani hukuman tersebut dosa-dosanya telah diampuni oleh Allah SWT artinya kebali suci.

Setelah Rosululloh Saw wafat, kekhalifahan muslim dilanjutkan oleh para para sahabat Nabi yang corak kepemimpinan dan penegakan hukum masih sama ketika Rosululloh Saw memimpin. periode yang sangat kontroversial ketika Bani Umayah memimpin kekhalifahan Islam, perang saudara sampai pada terbunuhnya Sahabat Ali ra dan cucu Nabi bernama Husen di Karbala menjadi awal mula rusaknya Islam terlebih lagi ketika dipimpin oleh Muawiyah yang mengedepankan politik konspirasi dan fitnah dalam menghancurkan lawan politiknya serta menyukai kemewahan-kemewahan dunia, seolah-olah Islam adalah lebih mementingkan urusan kekayaan. Tradisi muawiyah tersebut ternyata turun menurun kepada Raja yang memimpin Arab Saudi sampai saat ini. Hal ini terlihat dari eklusifitas keluarga kerajaan dan masyarakat Arab pada umunya dalam memandang rendah orang lain. Dapat saya katakan bahwa Arab Saudi hanya menggunakan “STEMPEL”nya Islam, tetapi isinya tidak jauh berbeda ketika jaman Jahiliyah sebelum Nabi Muhamad Saw. Hal ini terlihat dari cara pandang masyarakat Arab Saudi terhadap masyarakat lainya yang cenderung “merendahkan” padahal Islam menganut penghargaan dan penghormatan yang sangat tinggi kepada orang lain tanpa memandang kekayaan, pangkat, ras, golongan dll.

Superioritas masyarakat Qurais Arab disebabkan beberapa faktor yaitu melimpahnya suber daya alam berupa minyak bumi dan keberadaan Ka’bah sebagai kiblat umat muslim diseluruh dunia, disamping mungkin ada beberapa faktor lainya. Dua hal tersebut memberikan pemasukan yang sangat besar bagi negara arab saudi dan kemakmuran ekonomi masyarakat arab sangat terjamin. Kenyataan yang sering kita jumpai adalah pada TKI (Tenaga Kerja Indonesia) di arab saudi yang kebanyakan wanita yang selalu berlumuran darah dalam mencari sesuap nasi diarab saudi demi untuk memperbaiki ekonomi di Indonesia. Beberapa sumber yang memberikan informasi mengatakan bahwa ketika seseorang menjadi PRT (pembantu rumah tangga) diarab saudi, mereka sama saja dengan “Budak”. Dasar argumentasi ini bahwa orang arab saudi telah membeli para PRT tersebut untuk 2 tahun (membayarnya dicicil atas nama gaji) dan selama 2 tahun tersebut mereka sama dengan Budak dan dapat diperlakukan semena-mena oleh majikanya (ditiduri, diperlakukan kasar bahkan dibunuh). Pernahkah kita mendengar seorang majikan yang membunuh PRT di Qishas (pancung) atau pernahkah kita mendengar majikan arab yang meniduri PRT dihukum Rajam. Tentu kita tidak pernah mendengarnya bukan.?

Kekejaan-kekejaman para majikan arab tersebut sama dengan budaya-budaya suku qurais arab sebelum kedatangan Nabi Besar Muhammad Saw dan perlu dipisahkan bahwa jahiliahisme bangsa arab yang bersembunyi dibalik Islam ternyata bukan ajaran Islam yang bersumber pada Al-Qur’an dan Hadis serta kelakuan orang arab tersebut telah menimbulkan persoalan tersendiri bagi manusia yang juga beragama Islam tetapi berbeda soal kekayaan dan pangkat. Pertanyaan sederhananya adalah kenapa pemerintah kita masih saja mengirimkan TKI keluar negeri khususnya ke Arab Saudi padahal Iblispun tau bahwa Arab saudi hanya “STEMPEL”nya saja yang Islam tetapi Isinya sama saja dengan Qurais dan jika begini berarti secara langsung pemerintah kita ikut berperan aktif dalam mendorong PERBUDAKAN.

Demikian celotehan saya ini, saya memohon ampunan kepada Allah SWT karena saya tempatnya salah dan yang Maha Benar hanya Allah SWT Serta semoga saja bermanfaat. Sekian dan terima kasih

SIAPA SESUNGGUHNYA BARRACK OBAMA

•Januari 16, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Barrack Obama membawa kalungan bunga dalam Hall of Remembrance, Yad Vashem Holocaust Memorial di Jerusalem, pada hari Rabu, 23 Julai 200

image0013

image0023image0033

1.Obama memakai Yarmulke, lebai orang Yahudi.

2. hanya orang Yahudi saja dibenarkan mendampingi Master Jew.

3. Obama sedang melakukan ritual Yahudi pada dinding Monument Jew (Perbuatan ini dilakukan oleh orang    Yahudi untuk menyampaikan mesej rahasia sesama orang Yahudi saja).
Continue reading ‘SIAPA SESUNGGUHNYA BARRACK OBAMA’

AKAR KONFLIK ISRAEL DAN PALESTINA

•Januari 16, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar


Jenazah bergelimpangan. Korban arogansi Bani Israil
Pengantar: Sebagai hadiah menyambut Tahun Baru Hijriyyah 1 Muharram
1430 H. Sebagai bentuk rasa solidaritas kepada saudara-saudara seiman
di Gaza Palestina. Sebagai ungkap rasa cinta kepada sesama Muslim,
dimanapun mereka berada.

Bismillahirrahmaanirrahiim.
Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Fariz Mehdawi, dalam wawancara dengan TVOne mengatakan, bahwa serangan Israel ke Jalur Gaza sejak 27 Desember lalu, adalah serangan ilegal yang telah terjadi selama puluhan tahun. Dalam ulasan berita di MetroTV disebutkan, serangan Israel kali ini merupakan kejadian paling buruk sejak 60 tahun terakhir (sejak Israel berdiri tahun 1948). Para mahasiswa Arab mempertanyakan posisi Liga Arab yang tidak bisa berbuat apa-apa. Dunia internasional, termasuk negara-negara Eropa mengutuk keras serangan Israel ke Gaza, tetapi pihak yang dikutuk terus melancarkan serangan. Bahkan Israel telah menyiapkan tank-tank dan pasukan cadangan sekitar 6500 orang. Targetnya jelas, seperti kata Ehud Barak, yaitu menggulingkan Hamas.

Masalah konflik Palestina-Israel bukanlah konflik satu bangsa dengan bangsa lain. Ia adalah konflik peradaban yang usianya sangat tua. Disana terbentang benang merah panjang, sejak konflik antara Nabi Muhammad shallallah ‘alaihi wa sallam dengan kaum Yahudi di Madinah, konflik antara Yahudi dan Romawi, konflik antara Yahudi dengan
negara-negara Eropa, konflik antara Musa dengan Fir’aun, bahkan konflik antara Yusuf ‘alaihissalam dengan saudara-saudaranya. Ujung-ujungnya adalah konflik abadi antara Allah Ta’ala dengan iblis laknatullah ‘alaih.

Kalau memahami konflik ini hanya secara lokal dan temporer, yakinlah Anda akan tersesat dalam frustasi. Kondisi Ummat Islam di jaman modern yang penuh kesulitan dan derita, merupakan bagian dari konflik ini. Yahudi sendiri adalah bangsa “terkuat di dunia”, dalam arti: merekalah satu-satunya ras manusia yang berani konfrontatif melawan kehendak Allah SWT. Continue reading ‘AKAR KONFLIK ISRAEL DAN PALESTINA’