Tulisan ini sama sekali bukan bermaksud menyinggung, tetapi ingin menggambarkan secara umum apa sebenarnya yang terjadi dengan masyarakat Arab Saudi kebanyakan dan hubunganya dengan Islam yg membawa cita-cita “Rahmatan Lil Alamin” yang dibawa oleh Nabi Besar Muhammad Saw, Manusia Mulia Utusan Allah SWT.
Secara umum sejarah Arab terbagi menjadi dua babak besar yaitu jaman sebelum masuknya Islam (jahiliyah) dan jaman setelah masuknya Islam (jaman kemerdekaan). Pada jaman jahiliyah, kondisi dan kehidupan masyarakat Arab yang didominasi oleh suku Qurais ibarat seperti berada dikegelapan, tidak ada aturan, semua yang dilakukan manusia Qurais arab sesuka hati dan hanya mengikuti hawa nafsunya. Kerusakan sosial dalam kehidupan masyarakat Arab yang sangat parah inilah yang kemudian dijawab Oleh Allah SWT dengan menurunkan Muhammad Saw beserta Al-Qur’an untuk dijadikan pedoman hidup dan juga sebagai penyelamat dunia dan akhirat yang ternyata bukan saja untuk orang qurais Arab, tetapi berlaku bagi manusia diseluruh dunia dan Nabi Muhammad Saw beserta Al-Qur’an menjadi pedoman hidup manusia sebelumnya diseluruh dunia yang memeluk agama Islam serta Nabi Muhammad Saw jualah yang kemudian memikul beban untuk memperbaiki kerusakan manusia-manusia sebelum beliau. Awal mula perjuangan Nabi Besar Muhammad Saw di jajirah Arab jelas mendapat perlawanan yang tiada hentinya terutama dari bangsawan Qurais yang merasa terancam oleh keberadaan Nabi Besar Muhammad Saw. Keadaan terancam bangsawan Qurais tersebut diartikan karena kewenangan-kewenangan mereka sebagai bangsawan sangat di tentang oleh Rosululloh Saw dan tidak sesuai dengan ajaran Al-Qur’an. Kewenangan-kewenangan tersebut meliputi memelihara budak dan bebas melakukan apapun terhadap budaknya bahkan sampai membunuh budakpun tidak dikenai sanksi, setiap anak perempuan yang lahir selalu dikubur hidup-hidup karena perempuan sama sekali tidak memiliki nilai dikalangan bangsawan Qurais, kewenangan menentukan hidup matinya seseorang berada ditangan bangsawan yang sama sekali tidak memiliki dasar dan hanya bersifat subyektif si bangsawan, bangsawan Qurais juga sangat gemar melakukan perjudian, perzinahan (main perempuan) dan perahnya lagi, para Bangsawan ini juga memerintahkan kepada seluruh masyarakat Arab agar melakukan seperti yang mereka lakukan dan pokoke apa yang diperintahkan oleh Iblis dengan senang hati dilakukan oleh para Bangsawan Qurais dan masyarakat Qurais. Kondisi masyarakat Arab tersebut menimbulkan keprihatinan yang sangat mendalam bagi Rosululloh Saw. Setelah turun wahyu pertama melalui malaikat Jibril dan beliau diangkat menjadi Nabi, secara pelan-pelan tapi pasti perjuangan dimulai. Tidak ringan tugas yang diemban oleh Rosululloh Saw karena harus memperbaiki kerusakan umat (seperti sekarang ini) yang telah menumpuk kerusakanya.
Periode masuknya Islam yang dibawa oleh Rosululloh Saw secara nyata mendapat perlawanan dari Para Bangsawan Qurais (walaupun Rosululloh Saw juga dari keturunan bangsa Qurais) sampai puncaknya pada peperangan yang beberapa kali dilakukan oleh Rosululloh Saw yang bertujuan untuk meluruskan/memperbaiki masyarakat Qurais Arab berdasarkan Al-Qur’an dan Islam. Secara prinsip, Rosululloh Saw sangat menentang apa yang dilakukan oleh masyarakat Qurais Arab terutama tidak ada penghargaan sama sekali terhadap manusia lainya. oleh karena itu Rosululloh Saw segera memerdekakan seorang Budak Kulit Hitam yang berasal dari Nigeria (nama sekarang, klw dulu namanya emmbuuh aku ng tau) yang Bernama “Bilal”. Tindakan Rosululloh Saw tersebut selain tidak setuju kepada perbudakan juga sebagai ciri khas nilai-nilai Islam berdasarkan Al-Qur’an bahwa manusia memiliki derajad yang sama tetapi yang membedakan adalah ketaqwaan (menjalankan & meninggalkan apa yang diperintahkan) kepada Allah SAW. Tindakan tegas dan berani yang dilakukan oleh Rosululloh Saw tersebut juga pernah dilakukan kepada anak salah satu sahabat (saya lupa apakah sahabat Umar atau Usman) karena telah melakukan Zina yang diperkuat oleh saksi yang melihatnya (bagi laki-laki saksinya 4 orang, perempuan saksinya 2 orang), atas perbuatan itu Rosululloh Saw langsung memerintahkan dilakukan hukuman Rajam (hukuman melempari terpidana dengan batu sampai meninggal dunia). Setelah hukuman dilaksanakan, Rosululloh Saw kemudian berkata “Bahwa semua dosa siterhukum telah diampuni oleh Allah SWT”. Semua orang setuju setelah mendengar perkataan beliau, karena Rosululloh Saw adalah manusia yang terkenal sangat “jujur diseantero jajirah Arab (bahkan sebelum diangkat menjadi Nabi). Tindakan-tindakan tegas Rosululloh Saw tersebut selain merupakan perintah dari Allah SWT, juga sebagai bentuk untuk mengikis sifat-sifat jahiliyah masyarakat Qurais Arab. Hukum pancung, rajam memang dibenarkan dalam Islam, tetapi ingat bahwa orang yang menjalani hukuman tersebut dosa-dosanya telah diampuni oleh Allah SWT artinya kebali suci.
Setelah Rosululloh Saw wafat, kekhalifahan muslim dilanjutkan oleh para para sahabat Nabi yang corak kepemimpinan dan penegakan hukum masih sama ketika Rosululloh Saw memimpin. periode yang sangat kontroversial ketika Bani Umayah memimpin kekhalifahan Islam, perang saudara sampai pada terbunuhnya Sahabat Ali ra dan cucu Nabi bernama Husen di Karbala menjadi awal mula rusaknya Islam terlebih lagi ketika dipimpin oleh Muawiyah yang mengedepankan politik konspirasi dan fitnah dalam menghancurkan lawan politiknya serta menyukai kemewahan-kemewahan dunia, seolah-olah Islam adalah lebih mementingkan urusan kekayaan. Tradisi muawiyah tersebut ternyata turun menurun kepada Raja yang memimpin Arab Saudi sampai saat ini. Hal ini terlihat dari eklusifitas keluarga kerajaan dan masyarakat Arab pada umunya dalam memandang rendah orang lain. Dapat saya katakan bahwa Arab Saudi hanya menggunakan “STEMPEL”nya Islam, tetapi isinya tidak jauh berbeda ketika jaman Jahiliyah sebelum Nabi Muhamad Saw. Hal ini terlihat dari cara pandang masyarakat Arab Saudi terhadap masyarakat lainya yang cenderung “merendahkan” padahal Islam menganut penghargaan dan penghormatan yang sangat tinggi kepada orang lain tanpa memandang kekayaan, pangkat, ras, golongan dll.
Superioritas masyarakat Qurais Arab disebabkan beberapa faktor yaitu melimpahnya suber daya alam berupa minyak bumi dan keberadaan Ka’bah sebagai kiblat umat muslim diseluruh dunia, disamping mungkin ada beberapa faktor lainya. Dua hal tersebut memberikan pemasukan yang sangat besar bagi negara arab saudi dan kemakmuran ekonomi masyarakat arab sangat terjamin. Kenyataan yang sering kita jumpai adalah pada TKI (Tenaga Kerja Indonesia) di arab saudi yang kebanyakan wanita yang selalu berlumuran darah dalam mencari sesuap nasi diarab saudi demi untuk memperbaiki ekonomi di Indonesia. Beberapa sumber yang memberikan informasi mengatakan bahwa ketika seseorang menjadi PRT (pembantu rumah tangga) diarab saudi, mereka sama saja dengan “Budak”. Dasar argumentasi ini bahwa orang arab saudi telah membeli para PRT tersebut untuk 2 tahun (membayarnya dicicil atas nama gaji) dan selama 2 tahun tersebut mereka sama dengan Budak dan dapat diperlakukan semena-mena oleh majikanya (ditiduri, diperlakukan kasar bahkan dibunuh). Pernahkah kita mendengar seorang majikan yang membunuh PRT di Qishas (pancung) atau pernahkah kita mendengar majikan arab yang meniduri PRT dihukum Rajam. Tentu kita tidak pernah mendengarnya bukan.?
Kekejaan-kekejaman para majikan arab tersebut sama dengan budaya-budaya suku qurais arab sebelum kedatangan Nabi Besar Muhammad Saw dan perlu dipisahkan bahwa jahiliahisme bangsa arab yang bersembunyi dibalik Islam ternyata bukan ajaran Islam yang bersumber pada Al-Qur’an dan Hadis serta kelakuan orang arab tersebut telah menimbulkan persoalan tersendiri bagi manusia yang juga beragama Islam tetapi berbeda soal kekayaan dan pangkat. Pertanyaan sederhananya adalah kenapa pemerintah kita masih saja mengirimkan TKI keluar negeri khususnya ke Arab Saudi padahal Iblispun tau bahwa Arab saudi hanya “STEMPEL”nya saja yang Islam tetapi Isinya sama saja dengan Qurais dan jika begini berarti secara langsung pemerintah kita ikut berperan aktif dalam mendorong PERBUDAKAN.
Demikian celotehan saya ini, saya memohon ampunan kepada Allah SWT karena saya tempatnya salah dan yang Maha Benar hanya Allah SWT Serta semoga saja bermanfaat. Sekian dan terima kasih



